
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) PSDKU Universitas Pattimura di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) sukses menyelenggarakan kegiatan kuliah tamu bertema “Teknologi Kecerdasan Artifisial sebagai Katalisator Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar: Peluang dan Tantangan di Wilayah Kepulauan Maluku Barat Daya sebagai Wilayah Perbatasan Nusantara” pada Rabu (3/6/2026).
Kegiatan akademik yang diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta para pemerhati pendidikan ini menghadirkan narasumber nasional, yaitu Dani Puspitasari dari Universitas Kristen Petra. Beliau dikenal sebagai akademisi yang aktif mengembangkan inovasi pendidikan dan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran.
Acara diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Dr. Abraham Mariwy. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa transformasi pendidikan di era digital merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari, termasuk bagi wilayah kepulauan dan perbatasan seperti Maluku Barat Daya.
“Perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), harus dipandang sebagai peluang untuk memperluas akses, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperkuat kapasitas guru dan calon guru dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21,” ungkapnya.
Dalam pemaparannya, Dani Puspitasari menjelaskan bahwa AI telah menjadi bagian penting dari transformasi pendidikan global. Teknologi ini mampu membantu guru dalam menyusun perangkat pembelajaran, menciptakan media pembelajaran yang interaktif, melakukan asesmen secara lebih efisien, hingga menyediakan pengalaman belajar yang lebih personal bagi peserta didik.
Namun demikian, beliau juga mengingatkan bahwa pemanfaatan AI harus dilakukan secara bijaksana dan bertanggung jawab. Menurutnya, tantangan terbesar bukan terletak pada teknologi itu sendiri, melainkan pada kesiapan sumber daya manusia dalam menggunakannya secara kritis, etis, dan produktif.

Secara khusus, Dani menyoroti kondisi wilayah kepulauan Maluku Barat Daya yang memiliki karakteristik geografis unik sebagai daerah perbatasan Nusantara. Keterbatasan infrastruktur digital, akses internet yang belum merata, serta kesenjangan literasi teknologi menjadi tantangan yang perlu diatasi bersama. Di sisi lain, AI juga membuka peluang besar untuk menghadirkan inovasi pembelajaran yang mampu menjangkau peserta didik di wilayah-wilayah terpencil.
Melalui berbagai contoh praktik baik dan demonstrasi pemanfaatan platform berbasis AI, peserta diajak memahami bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran tanpa menghilangkan peran utama guru sebagai fasilitator, pembimbing, dan pembentuk karakter peserta didik.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para mahasiswa PGSD. Berbagai pertanyaan terkait penggunaan AI dalam penyusunan bahan ajar, pembuatan media pembelajaran, hingga etika penggunaan AI dalam dunia pendidikan menjadi topik yang banyak dibahas.
Kegiatan kuliah tamu ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa PGSD mengenai perkembangan teknologi pendidikan terkini sekaligus mempersiapkan calon guru yang adaptif, inovatif, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar, khususnya di wilayah kepulauan dan perbatasan Indonesia.
Melalui kegiatan ini, PGSD PSDKU Universitas Pattimura di Kabupaten Maluku Barat Daya kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang akademik yang relevan dengan perkembangan zaman serta mendukung terciptanya generasi pendidik yang siap menghadapi tantangan pendidikan di era transformasi digital.
